CENDAWAN PENDUNG

PUSAT PENGEMBANGAN, PEMBIBITAN & BUDIDAYA JAMUR EDIBLE

Workshop ASEAN-China tentang Jamur

Posted by Cendawan Pendung pada 10 Februari 2010


ASEAN dan China mengembangkan kerjasama penelitian tentang tanaman Jamur dengan topik workshop the Development of Edible Mushroom Industry. Tujuan dari workshop ini untuk merumuskan status industri jamur dan perkembangan teknologinya di Cina dan negara-negara ASEAN serta memperkuat networking antara kalangan akademis, pelaku bisnis dan unsur-unsur pemerintah yang bergerak dalam industri jamur pangan di Cina dan negara-negara ASEAN dan sekaligus keberhasilan networking ini akan dimanfaatkan untuk pengembangan industri jamur di Indonesia. Workshop diselenggarakan oleh BPPT pada tanggal 26 September s/d 1Oktober 2005. Hadir peserta dari negara ASEAN dan para akademisi/peneliti, organisasi masyarakat jamur dan para industri jamur.

Deputi Bid. Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT, Dr. Wahono dalam tulisannya “Arah strategi penerapan teknologi untuk pengembangan jamur pangan” menyatakan bahwa teknologi budidaya jamur telah banyak dikenal masyarakat yang memproduksi jamur secara tradisional . Namun inovasi teknologi sangat diperlukan untuk memperoleh kuantitas dan kualitas produksi yang maksimal sehingga industri jamur memiliki daya saing tinggi dalam kompetisi di pasar domestik maupun global. Secara umum neraca perdagangan komoditas jamur Indonesia sejak tahun 1998-2003 menunjukkan nilai positif. Nilai ekspor jamur dalam kaleng ke AS mencapai USD 30.787.000 pada tahun 2000, namun nilai ini terus merosot sehingga tahun 2002 hanya USD 15.798.

Menurut Mr. Zhou Xucai, First Secretary of Embassy of The People’s of Republic China di Jakarta, dalam acara konferensi pers menerangkan Cina merupakan negara penghasil jamur terbesar di dunia mencapai 65% dari janur di dunia. Melalui berbagai penelitian telah dikembangkan varietas-varietas jamur tidak hanya untuk pangan, tetapi pengembangan untuk obat (medis) . Dari hasil penelitian bahwa jamur dapat meningkatkan daya tahan tubuh manusia, mendukung pangan dan kesehatan manusia dan secara ekonomi dapat meningkatkan penghasilan para petani dalam pengentasan kemiskinan. Lebih lanjut dikatakan bahwa Cina akan mendukung, ASEAN khususnya Indonesia untuk mengembangkan industri jamur untuk obat-obatan melalui pusat-pusat riset Jamur, karena Indonesia termasuk penghasil jamur yang luar biasa.

Deputi Program Riptek, mewakili Menristek, Dr. Bambang Setiadi dalam sambutannya mengatakan pengembangan jamur termasuk 2 dari 6 fokus kebijakan ristek di bidang pangan dan kesehatan, dan mengharapkan melalui kerjasama ini dapat menguntungkan Indonesia dalam mengembangkan industri Jamur melalui country report dan pertukaran peneliti karena potensi jamur Indonesia yang luar biasa. (thm/humasristek)

Sumber : http://www.ristek.go.id

Iklan

Satu Tanggapan to “Workshop ASEAN-China tentang Jamur”

  1. pekik said

    Mohon info data perusahaan yang mengimport jamur dari indonesia. Trimalakasih

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: