CENDAWAN PENDUNG

PUSAT PENGEMBANGAN, PEMBIBITAN & BUDIDAYA JAMUR EDIBLE

Jamur Multi Manfaat Pasar Makin Luas

Posted by Cendawan Pendung pada 10 Februari 2010


Di Indonesia budidaya jamur termasuk relatif baru. Komoditi jamur khususnya jenis jamur merang baru dikenal pada 1960-an. Namun pengembangannya dan mulai dikenal masyrakat pada 1970-an. Sebelumnya jamur hanya dikenal sebagai sayuran eksotik. Masih sangat jauh pengetahuan masyarakat tentang manfaat dan teknologi industri pengolahan jamur serta produk olahan & industrinya. Dimana jamur merupakan sumber pangan atau makanan yang mengandung gizi dan protein tinggi, vitamin, karbohidrat, serat, mineral, asam amino assensial, lemak, dan asam lemak tak jenuh. Baru beberapa tahun terakhir produk industri jamur mulai mendapat perhatian yakni sebagai bahan baku pangan baik untuk sayuran, nugget, bakso, kripik, bahkan difermentasi sebagai jamur segar dalam botol. Produknyapun mulai dipasarkan di Supermarket. Permintaan pasar pun kini makin meningkat, seiring pengetahuan masyarakat akan manfaat jamur yang mengandung banyak khasiat sebagai ntibakteri, antivirus, antioksidan, antitumor, menormalkan tekanan darah, menurunka kolesterol, meningkatkan kekebalan tubuh, menguatkan syaraf, dan dapat untuk mengurangi stress.

Peluang pasar produk jamur saat ini cukup tinggi, kebutuhan pasar lokal sekitar 35% dan pasar luar negeri 65%. Sedang jenis jamur yang diminati yakni jamur merang (Staraw Mushrooms) dan jenis jamur kancing (Champignon atau Agaricus Bisporus). Sejak tahun 2000 permintaan produk jamur khususnya untuk jenis jamur merang makin besar mencapai 12.500 MT, terdiri pasar Eropa 2.500 MT (20%), Asia dan Australia 3000 MT (24%), USA 6000 MT (48%), Eropa 2,500 MT (20%), Jepang dan Arab 1.000 MT (8%), dan Indonesia sendiri sebesar 3.000 MT (24%) Sedang pasar jenis jamur kancing mencapai 1.13 juta MT, terdiri USA 0.48 juta MT (42%), Eropa sebesar 0.40 juta MT (35%), Indonesia sendiri sebesar 0.029 juta MT (2,5%), dan negara lainnya 0.25 juta MT (23%). Saat ini di Indonesia ada 6 perusahaan penyuplai jamur yakni PT Indo Ever Green, PT Dieng Djaya, PT Suryajaya Abadiperkasa, Khusus PT Zeta Agro, dimana saat ini dari enam perusahaan tersebut mampu mensuplai 50-60 FCL atau 30 ton jamur segar perhari.

Perkembangan nilai dan volume ekspor jamur sejak tahun 2000, untuk jamur segar volumenya 2.475.222 kg dengan nilai US $ 3.665.646. Jamur olahan 26.175.000 kg dengan nilai US $ 31.214.530. Selain jamur merang dan jamur kancing, permintaan jamur kuping dari beberapa negara juga semakin meningkat rat ata perbulan ke Jepang 25 ton, Taiwan 20 ton, Singapura 15 ton. Sedangkan produksi yang dihasilkan di Jogyakarta 16 ton perbulan dengan harga di pasar internasional berkisar US $ 2.5 – 4. Setiap tahun permintaan akan jamur dalam negeri maupun luar negeri mengalami kenaikan antara 10-20%. Kedepan pola pemasaran yang terjadi di daerah-daerah menjual jamur segar, perlu merubah dengan diversifikasi produk atau diolah dalam bentuk lain seperti dibuat, bakso dan kripik atau produk untuk pemakaian jangka panjang seperti kecap, saos dan jamur botol. Hal ini berkaitan dengan sifat jamur yang mudah busuk. Dengan menciptakan berbagai jenis makanan olahan dari jamur, tentunya akan membuka peluang baru. Apalagi hasil penelitian telah menemukan jamur dapat dijadikan sebagai bahan baku makanan suplemen kesehatan dan bahan baku obat-obatan. Tentu hal ini membuat komoditi jamur makin prospektif.

Langkah lebih lanjut, perlunya penyebaran informasi pengolahan jamur kepada IKM baikdalam bentuk profil maupun pelatihan teknis diberbagai Propinsi yang berpotensi untuk pengembangan industri jamur. Disamping itu perlu adanya kerjasama aparat pembina antara instansi terkait dari Dep. Pertanian sebagai pembina budidaya dan pasca panen (bahan baku) dengan Dep.Perindustrian sebagai pengolah bahan baku menjadi industri hasil olahan dari jamur. Sementara untuk pengembangan pasar yang lebih luas baik ditingkat regional maupun internasional perlu diadakan perbaikan produk terutama dalam kemasan yang higienis. Dengan begitu akan memberikan nilai tambah pada produk jamur, yang selanjutnya dapat meningkatkan pendapatan petani jamur. Dan yang lebih penting lagi dapat menyerap tenaga kerja makin banyak.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: