LAUNUNA AGRO JAMUR KOTA SUNGAI PENUH

LABORATORIUM PEMBIBITAN DAN BUDIDAYA JAMUR TIRAM & JAMUR EDIBLE

Steamer (Kukusan) Sederhana Media Jamur Tiram

Posted by Laununa pada 21 September 2012

Bahan-bahan pembuatan steamer sederhana :

papan ukuran 1,5 meter dan 2 meter

2 tong penampung air ukuran @ 50 liter

termometer

tiang kayu sebagai penyangga

batu bata dan semen untuk pondasi

plastik tahan panas

Steamer sederhana dapat dibuat dengan menggunakan papan-papan kayu dengan ukuran yang disesuaikan dengan kapasitas yang diinginkan.

sebagai contoh steamer pada gambar di atas dibuat dengan ukuran 1,5 x 2 meter persegi dan dapat menampung baglog jamur kurang lebih sebanyak 300 buah @ 1,3 kg. bagian dalam steamer dipasang plastik tahan panas untuk menahan uap panas tidak sampai keluar. bagian luar di pasang pula termometer untuk mengamati suhu dalam steamer.

Pondasi dibuat dengan menggunakan batu bata dengan ketinggian 1 meter dan pada bagian tengahnya dipasang 2 buah tong air@ 50 liter yang dihubungkan langsung dengan steamer. Masing-masing tong diisi air sebanyak 3/4 bagian. Uap panas dari dalam tong hasil pembakaran akan langsung menuju steamer untuk mematangkan/mensterilisasi baglog.

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

Masa Pensiun Manis Berkat Agribisnis (peluang usaha)

Posted by Laununa pada 21 September 2012

Suhadi Sukama lebih dini menyiapkan bisnis sebelum dirinya pensiun. Maka ia sudah bisa memetik hasilnya ketika masa pensiunnya tiba.

Menurut sebuah survei hanya 2% saja orang yang tetap dapat menikmati kehidupan mapan sesudah masa pensiun tanpa perlu lagi melakukan kegiatan produktif. Selebihnya akan membuka usaha, bekerja lagi, atau menggantungkan diri pada orang lain (sanak-keluarga). Tetapi terlepas dari hal itu, Suhadi Sukama, seorang pensiunan BUMN, berpendapat, bagi pensiunan lebih baik berusaha dibanding dengan menempuh kehidupan ‘mantap’ (makan tabungan pensiun). Namun baginya, seorang calon pensiunan ketika hendak mempersiapkan bisnis, ekspektasi seharusnya bukan menjadi konglomerat dari usaha baru yang dirintisnya, tapi agar mempunyai kegiatan pasca pensiun, dan terutama mempunyai penghasilan tambahan selain dari uang pensiunnya.

Ia juga berpendapat, idealnya bisnis pensiunan mulai dipersiapkan saat seseorang masih aktif bekerja. Persiapan tidak selalu harus diartikan berupa persiapan materi. Pada tahap awal bisa dimulai dari pembelajaran jenis usaha dan prospek usahanya melalui literatur, baik tentang usaha yang bersangkutan, cara produksi/ mendapatkan produk yang akan dijadikan usaha, analisa pasar dan harga, persaingan usaha, dan lain-lain.

“Tentunya akan relax bila kita tahu lebih dini. Selain belajar dari literatur, kita perlu meluangkan waktu untuk melakukan berbagai uji coba dalam skala kecil untuk membuat/ mendapatkan produk tersebut. Jenis usaha idealnya dipilih berdasarkan pengalaman kita sendiri saat uji coba. Pilihan usaha lebih dini, akan memberi kesempatan kepada kita untuk menghimpun dana (berhemat) lebih awal untuk modal. Penyiapan lahan, infra struktur, menimba pengetahuan, melakukan pengujian usaha dan tidak kalah penting menyiapkan kebutuhan SDM untuk pelaksanaannya nanti, akan memerlukan waktu dan dana,” jelasnya.

Suhadi cukup beruntung. Mengaku tertarik dan mencintai agrobisnis, persiapan usaha sudah lama ia lakukan. Merunut ke belakang, sejak tahun 1980, yakni setelah lulus dari Teknik Perminyakan dan mulai bekerja, ia bahkan telah mempersiapkan diri, antara lain mempelajari budi daya ayam ras & itik, uji coba bertanam sayur-mayur, tanaman hias, ikan hias, burung, anggrek, bonsai, hingga mulai mempersiapkan bisnis agro. Kini, bisnis Eka Agro Rama yang dijalankan pria 58 tahun itu sudah kelihatan membuahkan hasil. Setidaknya sejak tahun lalu usaha ternaknya sudah menjual lebih kurang 600 ekor domba, dan tahun ini pasti bertambah. Lebih menggembirakan lagi, vanili dan kopi juga telah panen perdana dan hasilnya tahun depan siap dipasarkan. Sementara itu untuk tanaman keras, seperti jati, tingginya sudah 12 m, durian juga sudah belajar berbuah. Padahal saat ini masa pensiunnya ditambah dengan diperbantukan di BUMN tersebut masih tersisa dua tahun.

Lama waktu yang diperlukan untuk mempersiapkan bisnis menjelang pensiun adalah relatif. Menurut bapak 4 anak dan kakek seorang cucu tersebut, tinggal dihitung mundur saja dari waktu kapan ekspektasi bisnis yang terpilih mulai komersial (paling lambat saat mulai pensiun) ke waktu persiapan dan pelaksanaannya (sebelum pensiun). Ia berpendapat, 5 tahun masa persiapan sebelum pensiun adalah pas-pasan, dan idealnya adalah 10 tahun.

Di samping itu, faktor resiko atas bisnis yang dipilih perlu dijadikan pertimbangan. Pilihan bisnis beresiko lebih tinggi berarti juga harus memperhitungkan waktu yang cukup untuk pemulihan bila gagal. Artinya bisnis seperti itu akan lebih tepat apabila dimulai pada saat masih dalam kondisi aktif bekerja dan masih punya cukup waktu lama sampai usia pensiun.

“Kalau harus memilih, saya lebih suka resiko moderat tetapi penghasilannya dapat meningkat dalam skala jangka panjang. Artinya kita perlu membuat rencana agrobisnis dengan konsep multi crops, dari tanaman pendek usia sampai usia panjang secara tumpang sari. Selain itu kami sejak awal berusaha memiliki keunggulan produk, seperti menggunakan konsep organik yang akan menjadi trend di masa depan. Itulah sebabnya kami beternak (Villa Domba, ternak domba garut-red), sekali mendayung kami memperoleh pupuk gratis. Sistem tumpang sari secara benar, berarti juga efisiensi lahan. Kami saat ini seolah-olah memiliki lahan 4-5 kali lebih luas dan punya banyak pilihan produk, terserah pasar pilih yang mana, kami siap memproduksinya,” paparnya.

Sehingga baginya, kegiatan agrobisnis lebih sesuai karena sebenarnya dapat dirancang agar menghasilkan keuntungan secara berjangka, dari jangka pendek, menengah sampai jangka panjang. Contohnya, ketika ia berencana melakukan penanaman pohon kayu untuk bahan bangunan, seperti sengon, jati, dan lain-lain, penghasilan untuknya mungkin saja diperoleh dari tanaman sela pada tanaman inti tersebut (tumpang sari) berupa rumput untuk pakan ternak, palawija, kopi, vanili dan sebagainya, yang hasilnya dapat dinikmati di bawah lima tahun. Karena kayu sengon baru dipanen setelah lima tahun, apalagi jati berumur lebih dari sepuluh tahun. “Kalaupun tidak sempat menikmati, kita harus ikhlaskan untuk anak cucu kita,” imbuhnya arif.

Diungkapkan, biaya pengadaan lahan membutuhkan modal usaha terbesar pada usaha agrobisnis miliknya. Ia menyiasati dengan cara pembelian lahan secara bertahap sejak jauh-jauh hari, enam tahun sebelum proyek dimulai. Harga tanah pasti selalu mengalami apresiasi, sehingga tidak usah khawatir asalkan sudah punya perencanaan yang matang. Menyewa lahan, kalau bukan untuk sekadar uji coba, menurutnya malah akan menyulitkan di kemudian hari, terutama bila untuk tanaman keras. Pembelian lahan pun dicari yang masih murah harganya tetapi mempunyai daya dukung dan kecocokan terhadap rencana usaha, serta menghindari setiap pembelian tanpa perencanaan yang jelas. Sedangkan modal usaha lain adalah untuk pembelian bibit tanaman dan ternak, serta kandang.

“Kami melaksanakan pengembangan usaha secara bertahap disesuaikan dengan kemampuan pendanaan. Dalam program kami, rencana kegiatan dibagi menjadi tiga tahapan. Tahap Pertama (sekarang), Tahap Kedua (optimalisasi lahan) dan Tahap Tiga (sinergi dengan mitra usaha). Mempunyai program skala jangka panjang dengan harapan dapat dilanjutkan oleh anak dan cucu. Modal tidak besar sehingga terjangkau secara swadana, yang jelas kami telah hidup hemat hampir 10 tahun lalu. Saat belum memperoleh penghasilan cukup, kami danai dari penyisihan penghasilan tetap (gaji),” paparnya.

source :

http://www.majalahpengusaha.com

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

Untung Terus dengan Bisnis Jamur

Posted by Laununa pada 13 Juni 2011

Meningkatnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi jamur, merupakan salah satu peluang bagus untuk memulai usaha tani jamur konsumsi. Perkembangan  usaha jamur konsumsi pun kini sudah sangat pesat,  misalnya saja jamur yang banyak diminati konsumen antara lain jamur tiram putih (Pleurotus ostreatus), jamur kuping (Auricularia polytricha), jamur merang (Volvariella volvaceae), dan jamur shiitake (Lentinus edodes). Munculnya jamur konsumsi, dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif dalam mengatasi masalah kekurangan pangan dan gizi yang ada saat ini. Karena berdasarkan penelitian kandungan mineral pada jamur lebih tinggi daripada daging sapi atau domba, bahkan hampir dua kali lipat jumlah garam mineral dalam sayuran.

Selain adanya peningkatan minat pasar yang ada saat ini, budidaya jamur juga terbilang peluang usaha yang tidak terlalu sulit dijalankan. Hanya saja memang dibutuhkan ketekunan yang cukup ekstra dalam melakukan perawatannya. Biasanya jamur yang banyak dibudidayakan adalah jamur tiram dan jamur kuping, karena perawatannya tidak terlalu sulit.

Konsumen

Konsumen yang menjadi sasaran pasar usaha jamur adalah masyarakat umum, serta pengusaha kuliner yang menggunakan jamur sebagai bahan masakan mereka.

Cara Memulai

Untung terus dengan  mampu meningkatkan minat para pencari usaha untuk mencoba bisnis jamur. Untuk memulai budidaya jamur tiram maupun jamur kuping tidaklah sulit. Langkah awal yang diperlukan adalah menyiapkan media tanam jamur, umumnya baglog jamur menggunakan serbuk gergaji kayu. Kemudian media yang telah disterilisasi diberikan bibit jamur yang selanjutnya akan memasuki masa inkubasi, biasanya lama pertumbuhan miselium sampai 100 % membutuhkan waktu 30 sampai 40 hari hingga jamur siap tumbuh. Bibit jamur yang sudah siap, diletakan pada rak – rak yang sudah disediakan. Sebagai catatan, pastikan sirkulasi udara yang cukup bagus pada ruangan yang digunakan untuk meletakan rak – rak jamur. Setelah perawatan kurang lebih 7 hari, jamur telah dapat dipanen.

Hambatan

Hambatan yang sering dialami para petani jamur adalah gagalnya panen yang mereka alami. Biasanya dari 1000 baglog jamur yang dibudidayakan, resiko gagal panen yang ada hanya 10 % saja. Kegagalan yang ada dikarenakan kurang maksimalnya proses sterilisasi jamur, sehingga dimungkinkan munculnya hama serangga ataupun tumbuhnya jamur lain yang dapat merusak hasil panen. Selain itu sirkulasi udara serta suhu udara yang tidak seimbang juga dapat mempengaruhi hasil panen jamur. Sehingga dibutuhkan ketelitian serta ketekunan yang lebih, untuk menghasilkan panen yang maksimal.

Kunci Sukses

Tiga faktor penting yang mempengaruhi hasil panen jamur antara lain, yang pertama memilih bibit yang berkualitas. Yang kedua proses pembuatan baglog dengan sterilisasi yang cukup dan komposisi campuran yang baik, agar mieslium dapat tumbuh dengan baik serta tidak terganggu serangga ataupun jamur lain. Dan yang terakhir yaitu suhu di dalam kubung yang seimbang, sehingga jamur dapat menghasilkan panen yang maksimal. Cukup mudah bukan???? Bagi pencari usaha, mungkin peluang untung terus dengan bisnis jamur dapat dicoba. Sukses selalu untuk usaha Anda.

Sumber gambar : Tim Bisnis UKM

**Beli saja BAGLOG (media tanam) biar makin untung…

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

Jamur tiram

Posted by Laununa pada 13 Juni 2011

Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
Jamur tiram
Jamur tiram

Jamur tiram
Klasifikasi ilmiah
Kerajaan: Fungi
Filum: Basidiomycota
Kelas: Homobasidiomycetes
Ordo: Agaricales
Famili: Tricholomataceae
Genus: Pleurotus
Spesies: P. ostreatus
Nama binomial
Pleurotus ostreatus

Jamur tiram di permukaan batang kayu.

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) adalah jamur pangan dari kelompok Basidiomycota dan termasuk kelas Homobasidiomycetes dengan ciri-ciri umum tubuh buah berwarna putih hingga krem dan tudungnya berbentuk setengah lingkaran mirip cangkang tiram dengan bagian tengah agak cekung.[1] Jamur tiram masih satu kerabat dengan Pleurotus eryngii dan sering dikenal dengan sebutan King Oyster Mushroom.[2]

Karakteristik

Tubuh buah jamur tiram memiliki tangkai yang tumbuh menyamping (bahasa Latin: pleurotus) dan bentuknya seperti tiram (ostreatus) sehingga jamur tiram mempunyai nama binomial Pleurotus ostreatus.[2] Bagian tudung dari jamur tersebut berubah warna dari hitam, abu-abu, coklat, hingga putih, dengan permukaan yang hampir licin, diameter 5-20 cm yang bertepi tudung mulus sedikit berlekuk.[1] Selain itu, jamur tiram juga memiliki spora berbentuk batang berukuran 8-11×3-4μm serta miselia berwarna putih yang bisa tumbuh dengan cepat.[1]

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.[3] Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.[3] Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[4] Media yang umum dipakai untuk membiakkan jamut tiram adalah serbuk gergaji kayu yang merupakan limbah dari penggergajian kayu.[4]

[sunting] Siklus hidup

Pada umumnya jamur tiram, Pleurotus ostreatus, mengalami dua tipe perkembangbiakan dalam siklus hidupnya, yakni secara aseksual maupun seksual.[5] Seperti halnya reproduksi aseksual jamur, reproduksi aseksual basidiomycota secara umum yang terjadi melalui jalur spora yang terbentuk secara endogen pada kantung spora atau sporangiumnya, spora aseksualnya yang disebut konidiospora terbentuk dalam konidium. [6] Sedangkan secara seksual, reproduksinya terjadi melalui penyatuan dua jenis hifa yang bertindak sebagai gamet jantan dan betina membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi primodia dewasa.[6] Spora seksual pada jamur tiram putih, disebut juga basidiospora yang terletak pada kantung basidium.[6]

Mula-mula basidiospora bergerminasi membentuk suatu masa miselium monokaryotik, yaitu miselium dengan inti haploid.[6] Miselium terus bertumbuh hingga hifa pada miselium tersebut berfusi dengan hifa lain yang kompatibel sehingga terjadi plasmogami membentuk hifa dikaryotik.[7] Setelah itu apabila kondisi lingkungan memungkinkan (suhu antara 10-20 °C, kelembapan 85-90%, cahaya mencukupi, dan CO2 < 1000 ppm) maka tubuh buah akan terbentuk.[8] Terbentuknya tubuh buah diiringi terjadinya kariogami dan meiosis pada basidium.[7] Nukleus haploid hasil meiosis kemudian bermigrasi menuju tetrad basidiospora pada basidium.[7] Basidium ini terletak pada bilah atau sekat pada tudung jamur dewasa yang jumlahnya banyak (lamela).[6] Dari spora yang terlepas ini akan berkembang menjadi hifa monokarion.[6] Hifa ini akan memanjangkan filamennya dengan membentuk cabang hasil pembentukan dari dua nukleus yang dibatasi oleh septum (satu septum satu nukleus).[6] Kemudian hifa monokarion akan mengumpul membentuk jaringan sambung menyambung berwarna putih yang disebut miselium awal dan akhirnya tumbuh menjadi miselium dewasa (kumpulan hifa dikarion).[6] Dalam tingkatan ini, hifa-hifa mengalami tahapan plasmogami, kariogami, dan meiosis hingga membentuk bakal jamur.[6] Nantinya, jamur dewasa ini dapat langsung dipanen atau dipersiapkan kembali menjadi bibit induk.[6]

Syarat pertumbuhan

Dalam menggunakan media pertumbuhan, jerami yang baik untuk dibuat sebagai bahan media tanam adalah dari jenis jerami yang keras sebab jerami yang keras banyak mengandung selulosa yang merupakan bahan yang diperlukan oleh jamur dalam jumlah banyak disamping itu jerami yang keras membuat media tanaman tidak cepat habis.[4] Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan jerami sebagai bahan baku media tanam adalah dalam hal kebersihan dan kekeringan, selain itu jerami yang digunakan tidlak busuk dan tidak ditumbuhi jamur jenis lain.[4] Media yang terbuat dari campuran bahan-bahan tersebut perlu diatur kadar airnya.[4] Kadar air diatur 60 – 65 % dengan menambah air bersih agar misellia jamur dapat tumbuh dan menyerap makanan dari media tanam dengan baik.[4]

Habitat alami jamur tiram

Secara alami, jamur tiram Pleurotus ditemukan di hutan dibawah pohon berdaun lebar atau di bawah tanaman berkayu.[4] Jamur tiram tidak memerlukan cahaya matahari yang banyak, di tempat terlindung miselium jamur akan tumbuh lebih cepat daripada di tempat yang terang dengan cahaya matahari berlimpah.[4] Pertumbuhan misellium akan tumbuh dengan cepat dalam keadaan gelap/tanpa sinar.[4] Pada masa pertumbuhan misellium, jamur tiram sebaiknya ditempatkan dalam ruangan yang gelap, tetapi pada masa pertumbuhan badan buah memerlukan adanya rangsangan sinar.[4] Pada tempat yang sama sekali tidak ada cahaya badan buah tidak dapat tumbuh, oleh karena itu pada masa terbentuknya badan buah pada permukaan media harus mulai mendapat sinar dengan intensitas penyinaran 60 – 70 %.[4]

Pada budidaya jamur tiram suhu udara memegang peranan yang penting untuk mendapatkan pertumbuhan badan buah yang optimal.[4] Pada umumnya suhu yang optimal untuk pertumbuhan jamur tiram, dibedakan dalam dua fase yaitu fase inkubasi yang memerlukan suhu udara berkisar antara 22 – 28 OC dengan kelembaban 60 – 70 % dan fase pembentukan tubuh buah memerlukan suhu udara antara 16 – 22 OC.[4]

Tingkat keasaman media juga sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan jamur tiram.[4] Apabila pH terlalu rendah atau terlalu tinggi maka pertumbuhan jamur akan terhambat.[4] bahkan mungkin akan tumbuh jamur lain yang akan mergganggu pertumbuhan jamur tiram itu sendiri.[4] Keasaman pH media perlu diatur antara pH 6 – 7 dengan menggunakan kapur (Calsium carbonat).[4]

Kondisi di atas lebih mudah dicapai di daerah dataran tinggi sekitar 700-800 m dpl.[1] Kemungkinan budidaya jamur di dataran rendah tidaklah mustahil asalkan iklim ruang penyimpanan dapat diatur dan disesuaikan dengan keperluan jamur.[4]

Kandungan gizi

Berdasarkan penelitian Sunan Pongsamart, biochemistry, Faculty of Pharmaceutical Universitas Chulangkorn, jamur tiram mengandung protein, air, kalori, karbohidrat, dan sisanya berupa serat zat besi, kalsium, vitamin B1, vitamin B2, dan vitamin C.[9]

Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) merupakan bahan makanan bernutrisi dengan kandungan protein tinggi, kaya vitamin dan mineral, rendah karbohidrat, lemak dan kalori.[10] Jamur ini memiliki kandungan nutrisi seperti vitamin, fosfor, besi, kalsium, karbohidrat, dan protein.[10] Untuk kandungan proteinnya, lumayan cukup tinggi, yaitu sekitar 10,5-30,4%.[10] Komposisi dan kandungan nutrisi setiap 100 gram jamur tiram adalah 367 kalori, 10,5-30,4 persen protein, 56,6 persen karbohidrat, 1,7-2,2 persen lemak, 0.20 mg thiamin, 4.7-4.9 mg riboflavin, 77,2 mg niacin, dan 314.0 mg kalsium.[10][11] Kalori yang dikandung jamur ini adalah 100 kj/100 gram dengan 72 persen lemak tak jenuh.[10] Serat jamur sangat baik untuk pencernaan.[10] Kandungan seratnya mencapai 7,4- 24,6 persen sehingga cocok untuk para pelaku diet.[12][10]

Kandungan gizi jamur tiram menurut Direktorat Jenderal Hortikultura Departemen Pertanian.[10] Protein rata-rata 3.5 – 4 % dari berat basah.[10] Berarti dua kali lipat lebih tinggi dibandingkan asparagus dan kubis. Jika dihitung berat kering.[10] Kandungan proteinnya 10,5-30,4%.[10] Sedangkan beras hanya 7.3%, gandum 13.2%, kedelai 39.1%, dan susu sapi 25.2%.[10] Jamur tiram juga mengandung 9 macam asam amino yaitu lisin, metionin, triptofan, threonin, valin, leusin, isoleusin, histidin, dan fenilalanin.[10] 72% lemak dalam jamur tiram adalah asam lemak tidak jenuh sehingga aman dikonsumsi baik yang menderita kelebihan kolesterol (hiperkolesterol) maupun gangguan metabolisme lipid lainnya.[10] 28% asam lemak jenuh serta adanya semacam polisakarida kitin di dalam jamur tiram diduga menimbulkan rasa enak.[10] Jamur tiram juga mengandung vitamin penting, terutama vitamin B, C dan D. vitamin B1 (tiamin), vitamin B2 (riboflavin), niasin dan provitamin D2 (ergosterol), dalam jamur tiram cukup tinggi.[10] Mineral utama tertinggi adalah Kalium, Fosfor, Natrium, Kalsium, dan Magnesium.[10] Mineral utama tertinggi adalah : Zn, Fe, Mn, Mo, Co, Pb.[10] Konsentrasi K, P, Na, Ca dan Me mencapai 56-70% dari total abu dengan kadar K mencapai 45%.[10] Mineral mikroelemen yang bersifat logam dalam jarum tiram kandungannya rendah, sehingga jamur ini aman dikonsumsi setiap hari.[10]

Manfaat

Jamur tiram sebagai bahan makanan

Jamur tiram juga memiliki berbagai manfaat yaitu sebagai makanan, menurunkan kolesterol, sebagai antibakterial dan antitumor, serta dapat menghasilkan enzim hidrolisis dan enzim oksidasi.[8] Selain itu, jamur tiram juga dapat berguna dalam membunuh nematoda[3]

Jamur tiram ini memiliki manfaat kesehatan diantaranya, dapat mengurangi kolesterol dan jantung lemah serta beberapa penyakit lainnya. Jamur ini juga dipercaya mempunyai khasiat obat untuk berbagai penyakit seperti penyakit lever, diabetes, anemia.[13][10] Selain itu jamur tiram juga dapat bermanfaat sebagai antiviral dan antikanker serta menurunkan kadar kolesterol.[13][10] Di samping itu, jamur tiram juga dipercaya mampu membantu penurunan berat badan karena berserat tinggi dan membantu pencernaan.[10] Jamur tiram ini mengandung senyawa pleuran yang berkhasiat sebagai antitumor, menurunkan kolesterol, serta bertindak sebagai antioksidan.[10] Adanya polisakarida, khususnya Beta-D-glucans pada jamur tiram mempunyai efek positif sebagai antitumor, antikanker, antivirus (termasuk AIDS), melawan kolesterol, antijamur, antibakteri, dan dapat meningkatkan sistem imun.[10][13] Pada jamur tiram, produk ini disebut sebagai plovastin yang di pasaran dikenal sebagai suplemen penurun kolesterol (komponen aktifnya statin yang baik untuk menghambat metabolisme kolesterol di dalam tubuh manusia).[11][13] Dilihat dari kandungan gizi yang terdapat dalam jamur tiram maka bahan ini termasuk aman untuk dikonsumsi.[10] Adanya serat yaitu lignoselulosa baik untuk pencernaan.[10] USDA (United States Drugs and Administration) yang melakukan penelitian pada tikus menunjukkan bahwa dengan pemberian menu jamur tiram selama 3 minggu akan menurunkan kadar kolesterol dalam serum hingga 40 % dibandingkan dengan tikus yang tidak diberi pakan yang mengandung jamur tiram.[14] Sehingga mereka berpendapat bahwa jamur tiram dapat menurunkan kadar kolesterol pada penderita hiperkolesterol.[14][15] Di Jepang saat ini sedang diteliti potensi jamur tiram sebagai bahan makanan yang dapat mencegah timbulnya tumor.[10]

Budidaya

Di alam bebas, jamur tiram bisa dijumpai hampir sepanjang tahun di hutan pegunungan daerah yang sejuk.[5] Tubuh buah terlihat saling bertumpuk di permukaan batang pohon yang sudah melapuk atau pokok batang pohon yang sudah ditebang karena jamur tiram adalah salah satu jenis jamur kayu.[4] Untuk itu, saat ingin membudidayakan jamur ini, substrat yang dibuat harus memperhatikan habitat alaminya.[5] Dalam budidaya jamur tiram dapat digunakan substrat, seperti kompos serbuk gergaji kayu, ampas tebu atau sekam.[5] Hal yang perlu diperhatikan dalam budi daya jamur tiram adalah faktor ketinggian dan persyarataan lingkungan, sumber bahan baku untuk substrat tanam dan sumber bibit.[5] Miselium dan tubuh buahnya tumbuh dan berkembang baik pada suhu 26-30 °C.[4] Jamur tiram (Pleurotus ostreatus) mulai dibudidayakan pada tahun 1900. Budidaya jamur ini tergolong sederhana.[5] Jamur tiram biasanya dipeliharan dengan media tanam serbuk gergaji steril yang dikemas dalam kantung plastik.[4]

Media tanam dan komposisi

Media tanam Pleurotus ostreatus yang digunakan adalah jerami yang dicampur dengan air, dedak 10% dan kapur 1%.[16] Fungsi dari jerami adalah sebagai bahan dasar dari pertumbuhan jamur.[16] Jerami mengandung lignin, selulosa, karbohidrat, dan serat yang dapat didegradasi oleh jamur menjadi karbohidrat yang kemudian dapat digunakan untuk sintesis protein.[16] Air pada jerami berfungsi sebagai pembentuk kelembapan dan sumber air bagi pertunbuhan jamur.[16] Dedak dan kapur merupakan bahan tambahan pada media tanam Pleurotus ostreatus.[16] Dedak ditambahkan pada media untuk meningkatkan nutrisi media tanam, terutama sebagai sumber karbohidrat, karbon, dan nitrogen.[16] Kapur merupakan sumber kalsium bagi pertumbuhan jamur.[5] Selain itu juga kapur berfungsi untuk mengatur pH media pertumbuhan jamur.[16]

Media lain

Selain jerami, media lain yang dapat digunakan seperti media serbuk gergaji yang mengandung selulosa, lignin, pentosan, zat ekstraktif, abu, jerami padi, media limbah kapas, alang-alang, daun pisang, tongkol jagung, klobot jagung, gabah padi, dan lain sebagainya.[12] Tetapi, tetap saja pertumbuhan yang paling baik ada di media serbuk gergaji dan merang.[12] Penyebabnya adalah karena jumlah lignoselulosa, lignin, dan serat pada serbuk gergaji dan merang memang lebih tinggi.[12] Sebagai contohnya dalam pembuatan media jerami padi, bahan-bahan yang digunakan adalah 15-20% jerami padi, 2.5% bekatul kaya karbohidrat, karbon, dan vitamin B komplek yang bisa mempercepat pertumbuhan dan mendorong perkembangan tubuh buah jamur, 1-1.5% kalsium karbonat atau kapur menetralkan media sehingga dapat ditumbuhi oleh jamur (pH 6,8 – 7,0).[12] Selain itu, kapur juga mengandung kalsium sebagai penguat batang / akar jamur agar tidak muda rontok.[12] 0.5% gips dapat memperkokoh struktus suatu bahan campuran, dan terakhir 0.25% pupuk TS sebagai nutrisi.[12][1]

Metode budidaya

Budi daya jamur tiram menggunakan substrat jerami dengan tahapan sebagai berikut: pembuatan media tanam dilakukan dengan memotong jerami menjadi berukuran 1-2 cm.[5] Rendam jeraminya selama semalaman.[5] Setelah itu, ditiriskan airnya sebelum ditambahkan dedak 10% dan kapur 1% sebagai zat hara pertumbuhan jamur.[5] Semua bahan diaduk rata dan campuran bahan tadi dimasukkan ke dalam plastik yang tahan panas hingga terisi 2/3 bagian.[5] Baru kemudian dipadatkan (dipukul-pukul dengan botol kaca).[5] Setelah cukup padat, leher plastik bagian atas dimasukkan pipa paralon dan dibagian tengah media subtrat diberi lubang dan ditancapkan tips.[5] Selanjutnya ditutupi dengan kapas lalu media substrat dilapisi dengan kertas dan diikat dengan karet.[5]

Media tersebut disterilisasi pada 121˚C selama 20 menit di dalam autoklaf untuk memastikan bahwa tidak ada kontaminan yang tumbuh yang mungkin akan mengganggu pertumbuhan jamur.[5] Setelah steril, media substrat dibuka secara aseptis, lalu tips di tengah-tengah media dan kapas diambil dengan pinset steril.[5] Lubang yang terbentuk diisi dengan bibit jamur tiram yang ditumbuhkan pada biji sorgum pada botol (aseptis).[5] Lalu media ditutup kapas lagi dan dibungkus dengan kertas.[5] Media substrat diinkubasi pada suhu ruang selama beberapa minggu hingga tumbuh miselium.[5] Setelah tumbuh miselium, kapas pada media dibuang dan media dibiarkan terbuka.[5] Semprotkan air setiap hari pada tempat pertumbuhan jamur agar kondisi sekitar lembab dan mendukung pertumbuhannya.[5] Tubuh buah jamur akan tumbuh secara perlahan-lahan ketika media lembab dalam waktu sekitar 1 bulan lebih.[5] Tubuh buah yang sudah cukup besar diambil dan ditimbang untuk diamati pertumbuhannya setiap minggu.[5]

 

 

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

JAMUR TIRAM : Jalur Pemasaran di Indonesia

Posted by Laununa pada 13 Juni 2011

Kami terima Order Dari Seluruh Pelosok Indonesia, dimana saja Anda berada!

D.I Aceh Meliputi Banda Aceh, Bireuen, Biang Kejeren, Biangpidie, Idi Rayeuk, Jantho, Kuala Simpang, Kutacane, Krueng Sabee, Langsa, Lhokseumawe, Lhoksukon, Meulaboh, Meureudu, Sabang, Sigli, Simpang Tiga Redelon, Sinabang, Singkil, Subulussalam, Suka Makmue, Takengon, Tapak Tuan, Calang. Kabupaten Bireuen, Gayo Lues, Aceh Barat Daya, Aceh Timur, Aceh Besar, Aceh Tamiang, Aceh Tenggara, Aceh Jaya, Aceh Utara, Aceh Barat, Pidie Jaya, Pidie, Bener Meriah, Simeulue, Aceh Singkil, Nagan Raya, Aceh Tengah, Aceh Selatan

Sumatera Utara Meliputi Balige, Binjai, Dolok Sanggul, Gunung Sitoli, Gunung Tua,Kabanjahe, Kisaran, Limapuluh, Lubuk Pakam, Medan, Padang Didempuan, Pangururan, Panyambungan, Pematangsiantar, Rantau Prapat, Salak, Sei Rampah, Sibolga, Sibuhuan, Sidikalang, Sipirok, Stabat, Tanjung Balai Asahan, Tarutung, Tebing Tinggi, Teluk Dalam, Pangkalan Brandan, Laguboti, Belawan, Siborong Borong, Tanjung Morawa. Kaputaten Toba Samosir, Humbang Hasudutan, Nias, Padang Lawas Utara, Karo, Asahan, Batubara, Deli Serdang, Samosi, Mandailing Natal, Simalungun, Labuhan Batu, Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Tapanuli Tengah, Padang Lawas, Dairi, Tapanuli Selatan, Langkat, Tapanuli Utara, Nias Selatan

Riau Meliputi Bagan Siapi-api, Bangkinang, Bengkalis, Dumai, Pangkalan Kerinci, Pasir Pangaraian, Pekanbaru, Rengat, Siak Indrapura, Teluk Kuantan, tembilahan, Minas, Rumbai, Marpoyan, Ujung Batu, Duri. Kabupaten Rokan Hilir, Kampar, Bengkalis, Pelalawan, Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Siak, Kuantan Singingi, Indragiri Hilir

Kepulauan Riau Meliputi Bandar Seri Bintan, Batam, Ranai, Tanjung Balai Karimun / Kundur, Tanjung Pinang, Nongsa, Kabil, Lingga / Daik, Dabo Singkep. Kabupaten Natuna, Karimun, Lingga

Sumatera Barat Meliputi Arosuka, Batu sangkar, Bukittinggi, Lubuk Basung, Lubuk Sikaping, Muara / Sijunjung, Padang, Padang Panjang, Painan, Pariaman, Padang Pariaman, Payakumbuh, Dharmasraya, Sawahlunto, Solok, Tuapejat, Lima Puluh Kota, Solok Selatan, Kep Pagai, Lubuk Alung. Kabupaten Solok, Tanah Datar, Agam, Pasaman, Sijunjung, Pesisir Selatan, padang Pariaman, Dharmasraya, Kepulauan Mentawai, Lima PUluh Kota

Jambi Meliputi Bangko, Jambi, KUala Tungkal, Muara Bulian, Muara Bungo, Buara Tebo, Muara Sabak, Sarolangun, Sengeti, Sungai Penuh, Ramba. Kabupaten Merangin, tanjung Jabung Barat, Batang Hari, Bungo, Tebo, Tanjung Jabung Timur, Sarolangun, Muaro Jambi, Kerinci

Sumatera Selatan Meliputi Baturaja, Indralaya, Kayu Agung, Lahat, Martapura, Muara Beliti Baru / Musi Rawas, Muara Enim / Tanjung Enim, Muaradua, Lubuk Linggau, Pagar Alam, Palembang, Pangkalan Balai / Banyuasin, Prabumulih, Sekayu, Tebing Tinggi, Sungai Lilin, Sungai Gerong / Plaju. Kabupaten Ogan KOmering Ulu, Ogan Ilir, Ogan Kemering Ilir, Lahat, OKU Timur, Musi Rawas, Muara Enim, OKU Selatan, Banyuasin, Musi Banyuasin, Empat Lawang

Bangka Belitung Meliputi Koba, Manggar, Mentok, Pangkal Pinang, Sungailiat, Tanjung Pandan, Toboali, Belinyu, Jebus, Kelapa. Kabupaten Bangka Tengah, Belitung Timur, Bangka Barat, Bangka, Belitung, Bangka Selatan

Bengkulu Meliputi Arga Makmur, Bengkulu, Curup, Kaur, Kepahiang, Lebong, Manna, Muko-muko, Tais. Kabupaten Bengkulu Utara, Rejang Lebong, Kaur, Kepahiang, Lebong, Bengkulu Selatan, Muko-muko, Seluma

Lampung Meliputi Bandar Lampung, Blambangan Umpu, Gedong Tataan, Gunung Sugih, Kalianda, Kota Agung, Kotabumi, Liwa, Menggala, Metro, Sukadana, Bakauheuni, Krui / Pesisir Tengah, Sumber Jaya, Talang Padang, Pringsewu, Bukit Kemuning. Kabupaten Way Kanan, Pesawaran, Lampung Tengah, Lampung Selatan, Tanggamus, Lampung Utara, Lampung Barat, Tulang Bawang, lampung Timur

Jakarta Meliputi Jakarta Barat, Jakarta Pusat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Jakarta Utara

Banten Meliputi Baros, Cilegon, Pandeglang, Rangkasbitung, Serang, Tangerang, Tigaraksa, Anyer, merak, Balaraja, Serpong / BSD. Kabupaten Serang, Pandeglang, Lebak, Tangerang

Jawa Barat Meliputi Bandung, Banjar, Bekasi, Bogor, Ciamis, Cianjur, Cibinong, Cikarang, Cimahi, Cirebon, Depok, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Ngamprah / Cimareme, Purkawarka, Pelabuhan Ratu, Singaparna, Soreang, Subang, Sukabumi, Sumber, Sumedang, Tasikmalaya, Majalaya, Jatilangor, Lembang, Rancaekek, Jatibarang, Kadipaten, Losari, Palimanan, Jatiwangi. Kabupaten Ciamis, Cianjur, Bogor, Bekasi, Garut, Indramayu, Karawang, Kuningan, Majalengka, Bandung Barat, Purwakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Bandung, Subang, Cirebon, Sumedang

Jawa Tengah Meliputi Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Mungkid, Magelang, Pati, Pekalongan, Pemalang, Purbalingga, Purwokerto / Banyumas, Purwodadi, Purworejo, Rembang, Salatiga, Semarang, Slawi, Sragen, Sukoharjo, Surakarta / Solo, Tegal, Temanggung, Ungaran, Wonogiri, Wonosobo, Ambarawa, Cepu, Bojonegoro, Majenang, Ajibarang, Kartosuro, Bumi Ayu. Kabupaten Banjarnegara, Batang, Blora, Boyolali, Brebes, Cilacap, Demak, Jepara, Karanganyar, Kebumen, Kendal, Klaten, Magelang, Kudus, Pati, Pemalang, Purbalingga, Banyumas, Grobogan, Purworejo, Rembang, Tegal, Sragen, Sukoharjo, Temanggung, Semarang, Wonogiri, WOnosobo

D.I Yogyakarta Meliputi Bantul, Sleman, Wates / Kulon Progo, Wonosari, Yogyakarta, Prambanan. Kabupaten Bantul, Sleman, Kulon Progo, Gunung Kidul

Jawa Timur Meliputi Bangkalan, Banyuwangi, Batu, Blitar, Bojonegoro, Bondowoso, Caruban, Gresik, Jember, Jombang, Kediri, Kepanjen, Trenggalek, Krasaan, Lamongan, Lumajang, Madiun, Magetan, Malang, Mojokerto, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pandaan, Pasuruan, Ponorogo, Probolinggo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Surabaya, Tuban, Tulungagung, Paiton, Wlingi. Kabupaten Bangkalan, Banyuwangi, Bojonegoro, Bondowoso, Madiun, Gresik, Jember, Jombang, Malang, Trenggalek, Probolinggo, Lamongan, Lumajang, Magetan, Nganjuk, Ngawi, Pacitan, Pamekasan, Pasuruan, Ponorogo, Sampang, Sidoarjo, Situbondo, Sumenep, Tuban, Tulungagung, Blitar

Bali Meliputi Amlapura / Karangasem, Bangli, Denpasar, Gianyar, Menguwi / Badung,  Negara / Jembrana, Samarapura / Klungkung, Singaraja / Buleleng, Tabanan, Kuta, Nusa Dua, Sanur, Gilimanuk, Ngurahrai, Jimbaran. Kabupaten Karangasem, Bangli, Gianyar, Badung, Jembrana, Klungkung, Buleleng, Tabanan

Kalimatan Barat Meliputi Bengkayang, Ketapang, Mempawah, Nanga Pinoh / Melawi, Ngabang, Pontianak, Putussibau, Sambas, Sanggau, Sekadau Hilir, Singkawang, Sintang, Sungai Raya / Kubu Raya, Teluk Melano, Wajok. Kabupaten Bengkayang, Ketapang, Pontianak, Melawi, Landak, kapuas Hulu, Sambas, Sanggau, Sekadau, Sintang, Kubu Raya, Kayong Utara

Kalimantan Selatan Meliputi Amuntai, Banjarbaru, Banjarmasin, Barabai, Batu Licin, Kandangan, Kotabaru, Marabahan, Martapura / Banjar, Paringin / Balangan, Pelaihari, Rantau, Tanjung, Sungai Danau. Kabupaten Hulu Sungai Utara, Hulu Sungai Tengah, Tanah Bambu, Hulu Sungai Selatan, Kota Baru, Barito Kuala, Banjar, Balangan, Tanah Laut, Tampir, Tabalong

Kalimantan Tengah Meliputi Buntuk, Tamiang Layang, Parukcahu, Muara Teweh, Kasongan, Kuala Kapuas, Kuala Pembuang, Palangkaraya, Pangkalan Bun, PUlang Pisau, Sampit, Sukamara, Lamandau / Nangebulik. Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Murung Raya, Barito Utara, Katingan, Kapuas, Gunung Mas, Seruyan, Kotawaringin Barat, Pulang Pisau, Kotawaringin Timur, Sukamara, Barito Timur

Kalimantan Timur meliputi Balikpapan, Bontang, Malinau, Nunukan, Penajam, Samarinda, Sanggata, Sendawar, Tanah Grogot, Tanjung Redep / Berau, Tanjung Selor, Tarakan, Tenggarong, Teluk Pandan, Sebatik, Palaran, Sanga Sanga, Muara Badak, Loa Kulu. Kabupaten Malinau, Nunukan, Penajam Paser Utara, Kutai Timur, Kutai Barat, Paser, Berau, Bulungan, Kutai Kartanegara

Sulawesi Tengah Meliputi Ampana / Tojo Una Una, Banawa / Donggala, Banggai, Bungku / Kolonedale, Buol, Tolitoli, Luwuk, Palu, Parigi, Poso. Kabupaten Tojo Una-una, Donggala, Banggai Kepulauan, Morowali, Buol, Toli-toli, Banggai, Parigi Moutong, Poso

Sulawesi Selatan Meliputi Banteang, Barru, Belopa, Benteng, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Makale, Makassar, Malili, Maros, Masamba, Palopo, Pangkajene, Sidenreng, pare-pare, Pinrang, Sengkang, Sinjai, Sungguminasa, Watampone, Watansoppeng, Soroako. Kabupaten Banteang, Bamu, Luwu Utara, Selayar, Bulukumba, Enrekang, Jeneponto, Takalar, Tana Toraja, Luwu Timur, Maros, Luwu Utara, Pangkajene, Sidenreng Rappang, Pinrang, Wajo, Sinjai, Goa, Bone, Soppeng

Sulawesi Tenggara Meliputi Bau-bau, Kendari, Kolaka, Lasusua, Pasar Wajo, Raha, Rumbia, Unaaha, Wanggodo / Andolo, Wangi-wangi / Wakatobi. Kabupaten Kolaka, Kolaka Utara, Buton dan Buton Utara, Muna, Bombana, Konawe, Konewe Utara / Selatan, Wakatobi

Sulawesi Utara Meliputi Airmadidi, Amurang, Bitungg, Boroko, Kotamobagu, Manado, Ratahan, Tauna, Tomohon, Tondano. Kabupaten Minahasa Utara, Minahasa Selatan, Bitung, Bolaaang Mongondow Utara, Bolaang Mongondow, Minahasa Tenggara, Kepulauan Sangihe, Minahasa

Sulwesi Barat Meliputi Majene, mamasa, Mamuju, Pasangkayu, Polewali. kabupaten Majene, Mamasa, Mamuju, Mamuju Utara, Polewali Mandar

Gorontalo Meliputi Gorontalo, Kwandang, Limboto, Marisa, Suwawa, Tilamuta. kabupaten Gorontalo Utara, Gorontalo, Pahuwato, Bone Bolango, Boalemo

Maluku Meliputi Ambon, Dataran Hunimoa, Dobo, Masohi, Namlea, Piru, Saumlaki, Tual. Kabupatan Seram Bagian Timur, Kepulauan Aru, Maluku Tengah, Buru, Seram Bagian Barat, Maluku Tenggara Barat, Maluku Tenggara

Maluku Utara Meliputi Jailolo, Labuha, Maba, Sanana, Ternate, Tidore, Tobelo, Weda / Soasiu. Kabupaten Halmahera Barat, Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kepulauan SUla, Halmahera Utara, Halmahera Tengah

Nusa Tenggara Barat Meluputi Bima, Dompu, Gerung, Mataram, Praya, Selong, Sumbawa Besar, Taliwang, Woha / Ramba, Batu Hijau. Kabupaten Dompu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa, Sumbawa Barat, Bima

Nusa Tenggara Timur Meliputi Atambua, Baa, Bajawa, Borong, Ende, Kafamenanu, Kalabahi, Kupang, Labuan Bajo, Larantuka, Lewoleba, Maumere, Mbay, Oelamasi, Ruteng, Soe, Tambolaka, Waibakul, Waikabubak, Waingapu. Kabupaten Belu, Rote Ndao, Ngada, Manggarai Timur, Ende, Timur Tengah Utara, Alor, Manggarai Barat, Flores Timur, Lembata, Sikka, Nagekoe, Kupang, Manggarai, Timur Tengah Selatan, Sumba Barat Daya,Sumba tengah, Sumbat Barat, Sumbat Timur

Papua Barat Meliputi Bintuni, Fak-fak, kaimana, Monokwari, Rasei, Sorong, Waisai, Timika, Tembaga Pura, Teminabuan. Kabupaten Teluk Bintuni, Fak-fak, Kaimana, Manokwari, Teluk Wondama, Sorong, Raja Ampat, Mimika, Sorong Selatan

Papua Meliputi Agats, Biak, Botawa, Jayapura, Mulia, Merauke, Nabire, Oksibil, Sarmi, Sorendiweri, SUmohai, Timika, Wamena, Waris, Maapi, Paniai / Enarotari, Yapen Waropen / Serui, Sentani, mamberamo / Bursemo, Boven Digul / Tanah Merah. Kabupaten Asmat, Biak Numfor, Waropen, Puncak Jaya, Merauke, nabire, Pegunungan Bintang, Sarmi, Supiori, Yahukimo, Mimika, Jayawijaya, Keerom, Maapi, Enarotari, Yapen Waropen, Jayapura, Mamberamo, Boven Digul

Posted in ARTIKEL TERBARU | 1 Comment »

Jamur Tiram Laununa Agro Jamur

Posted by Laununa pada 11 Juni 2011

*Mengklarifikasi Isu yang disebarkan oleh salah satu blog anak kerinci yg berkedok INFORMASI PENTING DARI …………………………….

Isi blog yangterkesan kekanak2an tersebut kira2 begini:
“Jika ada yang mengaku merekalah yang pertama kali perintis dari usaha jamur tiram putih ini di kerinci atau di SUNGAI PENUH jaganlah saudara mudah percaya atau tertipu daya oleh mereka,karena di kerinci hanya kamilah satu- satunya pembudidaya jamur tiram dan sudah banyak yang menjadi korban dari mereka,” hahahahaha…. orang bodoh yang bikin tulisan kayak gitu.

 

Tapi Allah SWT maha tau segalanya, dan mengerti Hati masing2 kita.

semoga yang menyebarkan isu seperti diatas tersebut selalu dilimpahi rezeki dan diberikan hidayah kepadanya. amin.

Foto di kebun jamur

LAUNUNA AGRO JAMUR KOTA SUNGAI PENUH

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

JAMUR TIRAM

Posted by Laununa pada 3 Juni 2011

Selamat Datang di Wisata Agro Jamur

LAUNUNA AGRO JAMUR

Kota Sungai Penuh

Laboratorium Pembibitan & Budidaya Jamur Edible

Pusat Penelitian, Pengembangan & Pelatihan Agribisnis Jamur Edible

di Propinsi Jambi

Dengan metode kultur jaringan, kami berusaha menghasilkan bibit-bibit jamur yang berkualitas sehingga dapat memberikan yang terbaik bagi kita semua.

Ada beberapa produk yang kami tawarkan, diantaranya :

* Bibit Stater F2 & F3 Jamur Tiram Putih
* Bibit Stater F2 & F3 Jamur Tiram Pink
* Bibit Stater F2 & F3 Jamur Tiram Coklat
* Bibit Stater F2 & F3 Jamur Kuping
* Bibit Stater f2 & F3 Jamur Shiitake
* Bibit Stater F2 & F3 Jamur Ling zhi

* Baglog Semai (media tanam)

* Cincin (ring jamur)
* Plastik PP 18 x 35, 05

Jika anda pesan sekarang, anda akan mendapat 2 botol bibit Stater, panduan praktis dan VCD step by step budidaya jamur tiram.

Informasi & Pemesanan

Kantor Pusat:

Jln. Jenderal Ahmad Yani

No. 31 (blk BNI 46)

Sungai Penuh 37113

Jambi

Phone. 0748 7007974

Hp. 0853 6604 2800

Mitra Bisnis:

CENDAWAN PENDUNG

Departemen Litbang & Laboratorium Pembibitan Jamur Edible

Pendung Hilir

Kecamatan Air Hangat

Kabupaten Kerinci

Jambi

KEBUN JAMUR

LAUNUNA AGRO JAMUR

Budidaya Jamur Edible

Dusun Terendam

Simpang Panik

Kecamatan Sungai Penuh

Kota Sungai Penuh

Jambi

Jika anda pesan sekarang, anda akan mendapat 2 botol bibit Stater F2, panduan praktis dan VCD step by step budidaya jamur tiram serta Sertifikat Keaslian.

Cara pemesanan Bibit Stater F2 Jamur Tiram :

Transfer dan Konfirmasi nama , alamat ,bank via sms
HP.085366042800
barang segera kami kirim ke alamat anda.

Bank BRI
0117-01-027203-50-3
a/n. Wendy Deciptra

Salam Agro Jamur

http://jamurtiramindonesia.webnode.com/

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

Temperature ranges of cultivated mushrooms

Posted by Laununa pada 5 Desember 2010

Choose a species that fruits at temperatures near your outdoor temperatures. This limits investments in climate control and reduces energy costs. As the table shows there are actually few species suited to really tropical conditions. The only mushrooms currently being cultivated at temperatures around or just below 30°C are: oyster mushrooms (Pleurotus cystidiosus / abalones / ostreatus var. florida) and Volvariella volvacea, Agaricus bitorquis, Stropharia rugoso-annulata and wood ear mushrooms (Auricularia politricha).

Temperature ranges and techniques for mycelial growth, optimal growth and fruiting for specific mushroom species:

1. Lentinula edodes /Shiitake:
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 5-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-30°C

2. Pleurotus abalonus /Abalone oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 15-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-30°C

3. Pleurotus cystidiosus /Oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 10-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 25-28°C

4. Pleurotus ostreatus /Winter oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 5-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-25°C

5. Pleurotus pulmonarius /Oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 5-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-25°C

6. Pleurotus cornucopiae / Branched or yellow Oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 15-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-28°C

7. Pleurotus djamor/Pink oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 15-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 24-30°C

8. Pleurotus eryngii /King oyster mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 10-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 20-25°C

9. Auricularia polytricha /Wood ear mushroom
• The range at which the mycelium stays viable; the growth speed declines at both high and low ends of this range: 20-35°C
• The optimal temperature range required for fruiting; the most important temperature: 35-30°C

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

Budidaya Jamur Tiram : Beli Baglog Saja Lebih Menguntungkan.

Posted by Laununa pada 5 Desember 2010

Budidaya Jamur Tiram.

Beli Baglog Saja Lebih Menguntungkan.

Posted in ARTIKEL TERBARU | 1 Comment »

Jamur Tiram : Budidaya Jamur Tiram di Daerah Panas Bisakah?

Posted by Laununa pada 5 Desember 2010

Psilocybin Mushroom Handbook: Easy Indoor and Outdoor CultivationUsaha atau bisnis budidaya jamur tiram memang cukup menggiurkan baik dalam skala kecil maupun besar. Dilihat dari analisa finansial dapat dikatakan usaha ini layak untuk dijalankan. Apalagi bagi yang senang dengan agrobisnis atau para hobiis ataupun wirausahawan, usaha ini cukup menyenangkan dan menarik, bagi saya sendiri bisa untuk refresing ditengah-tengah pekerjaan rutin. Jika kita amati, peminat usaha budidaya ini terus meningkat dari tahun ke tahun. Tentu saja banyak faktor yang menjadi alasan meningkatnya peminat usaha ini mulai dari sekedar hobi, faktor jamur sebagai pangan yang sehat ataupun jamur sebagai pangan masa depan. Itu artinya usaha ini akan terus berkembang untuk waktu yang lama.
Tapi sebagaimana umumnya sebuah usaha bukan berarti tanpa kendala begitu juga dengan usaha budidaya jamur tiram. Apalagi usaha ini, bagaimanapun juga melibatkan makhluk hidup (jamur tiram). Berbeda dengan kalau kita bekerja dengan benda mati, bekerja dengan makhluk hidup tentunya lebih rumit dan terkadang sulit untuk ditebak karena kondisinya yang bisa berubah ubah. Oleh karena itu ada sifat sifat makhluk hidup yang sebisa mungkin harus kita kenali tidak terkecuali jamur tiram. Salah satu yang harus diperhatikan ialah faktor lingkungan dimana jamur tiram dapat tumbuh dengan sehat yaitu berupa ketinggian lokasi, suhu, kelembapan, dan aerasi.
Dalam kesempatan ini coba saya bahas mengenai usaha budidaya jamur tiram didaerah panas. Apakah usaha ini bisa dilakukan diluar habitat aslinya, diluar kondisi optimum jamur tiram tumbuh, didaerah yang secara alamiah berbeda dengan syarat-syarat tumbuh jamur tiram? Bisakah usaha ini dilakukan atau dikembangkan didaerah yang panas?
Dari pengalaman yang pernah saya lakukan dan sudah diimplementasikan sampai sekarang di Purwakarta-Jawa barat maka jawabannya adalah BISA. Ini adalah kabar gembira bagi yang tertarik budidaya jamur tiram tapi terkendala karena daerahnya panas. Kondisi lingkungan panas dapat kita siasati dengan berbagai cara. Cara yang paling mudah adalah dengan memasang AC (bukan Air Conditioneer tapi Air Cooled) didalam kumbung! Yup’s setuju bahwa cara di atas tapi masih ada kendala untuk mengatur kelembabannya dan cara ini hanya bisa digunakan untuk usaha skala besar dengan budget yang besar pula. Untuk skala rumah tangga dan menegah tentunya kurang effisien. Berikut ada beberapa tips atau cara untuk menyiasati dengan menggunakan cara-cara sederhana dan tentunya budget yang rendah.
Beberapa cara sederhana yang bisa kita lakukan diantaranya
• Membuat sirkulasi udara kumbung yang bisa dibuka dan tutup, dimana pada siang hari senaiknya ditutup dan dibuka pada malam hari. Karena bagaimanapun jamur tiram tetap memerlukan sirkulasi udara yang cukup.
• Atap kumbung dipakai bahan yang tidak menyerap panas misalnya dari bilik atau atap rumbia. Kalau terpaksa tetap menggunakan atap yang menyerap panas, bisa dipasang plafon dibawah atap untuk menahan udara panas dari luar. Dan membuat bangunan kumbung yang lebih tinggi dari biasanya yang 3 meter menjadi 4 meter.
• Meletakkan beberapa tong/wadah air di dalam kumbung untuk membantu meningkatkan kelembapan ruangan, bisa juga untuk meningkatkan pendapatan digunakan system tumpang sari dengan membuat kolam didalam kumbung dan untuk memelihara ikan. Atau tong-tong tadi bisa juga buat memlihara belut…hehehe
• Banyak menanam pohon-pohon besar (perdu) disekitar kumbung sehingga bisa mengurangi udara yang panas.
• Mengatur kepadatan kumbung, sebaiknya maksimal 70 baglog ukuran 1.5 kg per meter persegi.
• Tentunya perawatannya juga kebih extra dibanding kalau budidaya didaerah yang dingin, misalnya dengan melakukan penyiraman yang lebih sering. Ya…minimal 3 kali sehari untuk menjaga kelembaban tetap stabil.
Rasanya seperti itu solusi-solusi yang bisa diimplementasikan. Apabila masih ada kekurangannya mohon maaf dan kami tetap berusaha untuk membuat inovasi-inovasi baru demi majunya usaha yang kami lakuakn khususnya dan bagi para petani jamur tiram umumnya…
Apabila ada rekan-rekan pengusaha lain yang sudah menemukan cara atau solusi yang lebih efektif mungkin bisa memberi masukannya dengan mengisi komentarnya disini…

Semoga bermanfaat…

Posted in ARTIKEL TERBARU | Leave a Comment »

 
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.